12 Hal Terbaik Dalam Hidup Saya Akibat Penyakit Auto-immune Ankylosing Spondylitis (AS)

“Dinosaurus pada zamannya adalah mahkluk yang paling perkasa di muka bumi. Mereka punah karena tidak mau berubah” ─ Anonimous

 
Penulis bersama keponakannya Amore. Usia 2.5 tahun. Berat 18 kg. Bagi pasien AS yang kambuh, menggendong anak kecil sebesar ini bisa merupakan siksaan berat.

Terkena penyakit autoimmune yang diasumsikan tidak bisa disembuhkan biasanya menimbulkan frustrasi bagi banyak orang. Agustus 2002 setelah dikonfirmasi oleh hasil tes darah dan dokter spesialis lainnya seorang dokter spesialis ortopedi memvonis saya terkena penyakit Ankylosing Spondylitis (AS). Penyakit autoimmune yang menyerang tulang belakang. Dikenal juga sebagai bamboo spine karena semua ruas tulang belakang menyatu dan jika dirontgen atau di-MRI terlihat seperti ruas batang bambu. Tubuh menjadi kaku dan bungkuk. Proses penyatuan tulang belakang karena radang ini sangat nyeri dan menyakitkan. Membuat pasien menjadi lebih sadar akan kehidupan dan kematian. Banyak pasien yang depresi karena banyak hal dan gerakan sederhana yang sebelumnya bisa dilakukan dengan lancar menjadi sangat sulit atau bahkan tidak bisa dilakukan lagi. Tidak sedikit yang harus berganti karir dan jika masih muda harus merubah cita-cita karena kondisi fisik yang berubah.

Apabila Anda ingin mengetahui hal-hal buruk yang terjadi karena AS, bergabunglah dengan komunitas AS di facebook. Baca dan dengarkan keluhan para pasien itu. Tapi jika ingin mengetahui hal-hal baik terjadi karena AS, bacalah terus artikel ini. 

Jika gelas ukuran 500 ml berisi air 250 ml apakah gelas itu setengah kosong atau setengah penuh? Keduanya benar. Tergantung kepada cara Anda melihat. Tetapi sebagai manusia kita bisa membuat pilihan. Jika hal buruk terjadi dalam diri kita, kita bisa memilih untuk menerima dan pasrah atau hal buruk memotivasi kita untuk menjadi lebih kreatif. Itulah yang membedakan kita dibandingkan binatang. Atas anugerah Allah, saya sangat bersyukur karena membuat keputusan dengan tepat; yaitu untuk berada di dalam lingkungan dan teman sepergaulan yang positif dan seringkali berdoa buat saya, sehingga paradigma saya menjadi positif juga.

Artikel ini saya tulis untuk memotivasi teman-teman yang terkena penyakit AS dan penyakit auto immune lain yang diklaim dokter tidak tersembuhkan dan juga menginspirasi keluarga pasien supaya memiliki paradigma yang baru, berbeda dan positif.

Saya membagi hal-hal baik secara holistik yaitu secara fisik, mental, sosial dan spiritual.

Mari kita mulai.

Fisik

1. Pola makan dan minum menjadi lebih sehat. Terkena AS membuat Anda menjadi sangat selektif. Kenapa? Salah makan atau salah minum akan membuat AS kambuh. Dan itu menyakitkan. Sehingga dengan berlangsungnya waktu, pasien AS memiliki radar internal yang menjadi panduan dalam diri untuk memilih makanan dan minuman yang tidak membuat AS kambuh. Tergantung struktur kimiawi tubuh setiap orang, makanan dan minuman yang baik bagi saya belum tentu sama dengan pasien AS lain dan mayoritas berbeda dengan orang yang sehat. Ikan salmon, bawal, marlin, daging putih (ayam), tahu, tempe, sayur mayur segar/lalapan, sambal cabe hijau, nasi merah, sayur asem, mix salad, buah-buahan segar, dst baik buat saya. Jus buah-buahan asli dan banyak minum air mineral botol sangat berguna. Terlalu banyak udang, cumi, ikan lele, soto daging betawi, daging sapi dan daging merah lainnya, gula pasir, soft drink dan aneka minuman dengan pemanis buatan aspartam akan membuat badan pegal di pagi hari. Teh hijau daun dan kopi biji yang digiling dan disajikan tanpa gula dalam jumlah max 2 porsi itu baik. Lebih dari itu, membuat sulit tidur; sehingga kurang tidur, sistem imunitas terganggu dan malah memancing AS kambuh. Bagaimana dengan kopi instan yang murah? Itu bukan kopi, tapi gula yang diberi essence kopi. Atau bubuk jagung yang disangrai hingga coklat, dihaluskan dan diberi essence kopi dan gula. Bahaya.

2. Lebih efisien dalam bergerak dan bekerja. Pasien AS itu unik. Terlalu banyak gerak akan nyeri. Terlalu sedikit bergerak akan kaku. Karena itu, jika berbelanja di mal atau plaza kami merencanakan lebih dulu mau berjalan ke outlet mana, apa yang dibeli, berapa lama, parkir terdekat dimana, dst. Sehingga tidak ada yang kelupaan atau gerakan yang bolak-balik / tidak efisien. Jika bekerja, saya akan memikirkan lebih dulu cara paling efisien dan efektif menyelesaikan pekerjaan. Terpaksa. Tidak efektif dan tidak efisien akan membuat rasa nyeri menyerang.

3. Lebih sering berolahraga sehingga stamina lebih baik dan lebih aktif secara fisik.
Sebelum terkena AS jarang berolahraga. Setelah terkena AS terpaksa berolahraga. Kenapa? Kurang gerak akan membuat badan nyeri dan kaku. Sehingga karena terbiasa berolahraga, stamina menjadi lebih baik. Energi meningkat. Jarak tempuh berjalan menjadi lebih jauh. Kemampuan tubuh menahan nyeri / rentang rasa nyeri akan meningkat. Kehidupan seks menjadi lebih baik. Orgasme ketika stamina tinggi dan badan fit itu baik dan sehat karena menghasilkan endorfin, pain-killer alami. Dan seterusnya hal-hal yang baik terjadi karena berolahraga akan diperoleh. Olahraga berenang, naik sepeda statis, pilates, yoga, taichi chuan dan senam AS, sangat baik. Olahraga terbaru freeletics (khusus pasien di bawah 30 tahun dan tanpa burpees, tanpa sit-up atau gerakan lain yang menekan tulang belakang atau lutut) jika mau dan kondisi fit; masih mungkin dilakukan. Catatan: Ketika AS kambuh, kurangi hubungan intim karena kedutan otot ketika orgasme malah akan menimbulkan rasa nyeri.

4. Lebih peka terhadap cuaca. Ini salah satu hal aneh yang terjadi. Sebelum kena AS, tubuh saya tidak terlalu sensitif. Setelah terkena AS, perubahan cuaca di luar ruangan atau dalam ruangan tanpa AC akan terasa / mempengaruhi tubuh saya. Kadangkala cuaca sangat panas, tapi tiba-tiba temperatur turun, walaupun matahari bersinar terang, saya tahu, sebentar lagi akan turun hujan. Satu lagi, udara terlalu dingin membuat AS lebih mudah kambuh. Solusi? Lebih sering gerak badan dan minum rebusan air jahe hangat kuku sehingga badan menjadi lebih hangat.

Mental

5. Prioritas hidup menjadi lebih baik. Karena sadar setiap saat AS bisa kambuh, saya menjadi lebih selektif dalam hidup. Tidak mau sembarangan dalam aktivitas. Menjadwal ulang prirotas hidup. Sehingga prioritas hidup menjadi lebih baik, lebih seimbang dan bermakna.

6. Talenta jadi lebih jelas. Sebelum terkena AS, saya akan melakukan berbagai hal dalam pekerjaan yang mendukung tercapainya tujuan. Setelah terkena AS, tidak semua hal bisa dilakukan, jadi saya hanya fokus kepada hal-hal yang menjadi kekuatan/talenta dan panggilan hidup saya. Mengajar, memberdayakan orang lain, menulis dan menginspirasi orang banyak memberikan energi tambahan dalam menjalani kehidupan bersama keluarga yang saya kasihi. Saya sekarang berani menolak tanpa ragu (dan tetap merasa bahagia) terhadap pekerjaan yang walaupun kelihatannya menghasilkan banyak uang tapi bertentangan dengan panggilan hidup saya. Puji Tuhan.

7. Konseptual skill menjadi lebih berkembang. Jika masuk suatu gedung saya berusaha melihat layout atau denah ruangan dulu. Jika berjalan agak jauh saya menggunakan peta Falk Plan atau melihat di Google Map dulu. Kenapa? Tersesat akan membuat capek dan AS dapat kambuh. Sehingga kebiasaan melihat gambaran besar dan berimaginasi dalam pikiran membuat kemampuan konseptual menjadi lebih berkembang. Saya bisa melihat gambaran besar dengan mudah. Bisa membaca orang dengan lebih tepat. Dan dapat membuat keputusan dengan lebih akurat. Semuanya karena latihan.

8. Lebih kreatif. Orang yang sehat secara fisik akan cenderung lebih mengikuti dan mewujudkan dengan gerakan fisiknya. Sebagai pasien AS jangan kalah dengan orang yang masih sehat. Keterbatasan diri secara fisik jika disikapi dengan benar akan membuat Anda berpikir lebih sering dan lebih banyak dibanding orang yang sehat. Ingatlah ilmuwan Stephen Hawking. Anda akan mampu melihat berbagai alternatif dengan lebih banyak. Sehingga Anda akan menjadi lebih kreatif. Ide-ide baru dan kreatif justru lebih banyak muncul ketika orang berpikir.

Sosial

9. Lebih selektif memilih teman. Semua teman yang langsung dan tidak langsung mengarahkan kepada hal-hal yang melanggar prinsip, prioritas dan panggilan hidup satu-persatu saya tinggalkan. Kenapa? Sederhana saja, menghabiskan waktu bersama mereka membuat AS saya kambuh. Buku kehidupan menyatakan: pergaulan yang buruk merusak kebiasaan yang baik. Sebagai ganti, Tuhan malah mengirimkan kepada saya jauh lebih banyak teman-teman berkualitas yang memiliki visi dan panggilan yang hampir sama. Saya mengurangi berkomunikasi dengan teman yang suka bergosip atau bertemu keluarga yang negatif. Lebih banyak berkomunikasi dan berkumpul dengan teman yang positif dan memandang hidup dari sisi yang lebih luas dan lebih dalam. Karena itu, hidup menjadi lebih indah, berarti dan menghasilkan hormoin endorfin, painkiller alami, sehingga dosis painkiller yang saya konsumsi menjadi berkurang.

Spiritual

10. Jadi lebih mudah bersyukur. Di dunia ini banyak penderitaan yang terjadi. Tidak harus terkena penyakit auto-immune. Ada banyak orang yang menderita sakit jauh lebih berat dan tidak ada obatnya. Atau ada obatnya tapi tidak mampu membayarnya atau punya uang tapi obatnya tidak tersedia di mana mereka tinggal. Ada orang yang sehat dan seminggu lagi mau menikah, tapi besoknya mati mendadak karena pesawat yang ditumpanginya meledak dan jazadnya tidak pernah ditemukan. Ada orang yang kaya, sehat dan dicintai anak isteri tapi memilih untuk bunuh diri ketika usahanya bangkrut atau kalah bertaruh di pasar saham. Ada yang mati di bom bunuh diri, mati kecelakaan karena kesalahan orang lain, bencana alam, atau dimangsa buaya di Disney Land. Ada orang yang buta atau tidak punya tangan dan kaki tapi dengan penuh semangat masih memotivasi orang lain yang jauh lebih sehat dan sempurna. Membaca dan melihat ini semua saya merasa bersyukur. Jika timbul godaan untuk mengasihani diri sendiri (self-pity), godaan itu langsung musnah dengan membaca dan menganalisa lingkungan yang terjadi di dunia saat ini .

11. Lebih sering berdoa. Sungguh, rasa nyeri, putus asa dan merasa diri tidak mampu akan memaksa Anda berdoa dan meminta pertolongan dari kuasa yang Maha Tinggi. Jika Anda sudah mengalami Anda akan mengerti. Jika belum mengalami, nanti pada waktunya Anda akan mengerti. Doa terbukti secara ilmiah membuat perasaan Anda lebih tenang. Denyut jantung lebih normal dan teratur. Tekanan darah lebih baik. Stres berkurang. Sehingga mengurangi rasa nyeri dan mempercepat pemulihan dari sakit atau luka setelah operasi. Doa yang sungguh keluar dari hati yang terdalam akan membuat kerohanian seseorang akan naik level berikutnya.

12. Kerohanian lebih dewasa. Penderitaan akan memperkuat Anda. What did not kill you will make you stronger. Sebagai pasien AS Anda pasti mengalami penderitaan tiada henti/kronis. Karena sudah mengalami penderitaan berkelanjutan, secara rohani Anda bisa memotivasi orang lain yang masih sehat dan mungkin belum dewasa rohaninya. Jangan cengeng. Bangun. Mandi. Buatlah diri Anda bersih dan wangi. Berpakaianlah sebaik mungkin. Bangkit. Berbicaralah. Terang Tuhan akan terbit atasmu!


Secara keseluruhan hidup menjadi lebih teratur dan lebih baik. Saya berdoa buat semua yang membaca artikel ini supaya diberikan paradigma yang benar sehingga dapat menjalani kehidupan dengan penuh sukacita dan damai sejahtera.



LV01072016





1 komentar:

terimakasih atas sharenya, gbu

Posting Komentar

STAND TALL Jilid -1

STAND TALL Jilid -1
Buku AS Bahasa Indonesia pertama di dunia. Untuk pemesanan buku POD-Print On Demand, silahkan hubungi penulis melalui menu header di sisi kanan atas situs ini.

PESAN BUKU STAND TALL ! JILID 1 DAN 2 DI TOKOPEDIA

STAND TALL Jilid- 2

STAND TALL Jilid- 2
Buku AS Bahasa Indonesia pertama di dunia. Untuk pemesanan buku POD-Print On Demand, silahkan hubungi penulis melalui menu header di sisi kanan atas situs ini.

BELI BUKU STAND TALL ! 1 SET DI BUKALAPAK.COM