Pasien AS perlu makanan sehat anti radang

Jenis makanan dan minuman Anti Radang khusus pasien AS dan makanan pantangan dapat di baca pada buku AS jilid 2 Bab 19.

Perlunya Relasi yang Harmonis dengan Pasangan atau Anggota Keluarga lainnya

Hidup damai dan minim konflik akan membuat pasien AS lebih jarang mengalami rasa nyeri. Hidup sering bertengkar dan penuh konflik membuat tubuh menghasilkan hormon kortisol (hormon stress) yang memicu timbulnya stress dan menjadi jalan untuk AS menjadi kambuh dan bertambah nyeri.

Berolahraga yang Cukup dan Benar

Berenang, Senam AS, Yoga, Pilates, Bersepeda Statis, Jalan Kaki serta olahraga Low Impact lainnya merupakan olahraga yang baik bagi Pasien AS. Diskusikan dengan dokter yang merawat Anda.

Gaya Hidup Aktif Fisik dan Mental

Masalah utama dalam AS adalah rasa nyeri dan kekakuan tubuh. Gaya Hidup aktif secara fisik dan mental akan membantu tubuh dalam memerangi AS. Menjaga postur tubuh yang baik dan tegak akan membantu pasien AS hidup dengan pikiran lebih positif dan berkualitas.

Porsi Sayur Segar dan Buah Segar lebih banyak daripada Karbohidrat

Karbohidrat diperlukan untuk energi. Tapi menurut penelitian dr. Alan Ebringer, komposisi karbohidrat tinggi dalam diet akan memicu timbulnya peradangan yang lebih aktif. Karena karbohidrat merupakan makanan utama bakteri klebsiella yang merupakan salah satu dari banyak pemicu timbulnya peradangan dalam AS.

MANFAAT KELOMPOK PENDUKUNG / SUPPORT GROUP



WHAT YOU GIVE IS WHAT YOU GET  (SUPPORT GROUP)

(PERLUNYA GRUP PENDUKUNG / SUPPORT GROUP / SELF-HELP GROUP)


S
alah satu bahaya terbesar dalam AS bukan cuma penyatuan ruas tulang belakang dan rasa nyeri atau kaku, tapi bahaya psikologis.[i] Sebagian besar pasien AS akan lebih terbatas gerakan dan tindakannya dibandingkan sebelum terkena. Banyak hal yang dulunya bisa dilakukan menjadi tidak bisa lagi.  Keterbatasan fisik yang semakin bertambah dengan waktu ini, membuat pasien AS menjadi tertekan (stress).
Jika stress tidak diatasi dan terus berlanjut, akan bertambah berat menjadi depresi. Depresi membuat pasien AS menjadi pasif. Merasa hidup tidak ada artinya. Malas melakukan kegiatan. Tidak mau melakukan latihan fisik atau fisioterapi. Sulit tidur di malam hari.[ii] Proses ketidakatifan ini membuat AS menjadi semakin parah dan semakin cepat menyebar. Oleh sebab itu, dukungan orang lain sangat diperlukan. Terutama untuk berbagi keluhan, perasaan dan melepaskan beban di pikiran dan hati.
Tetapi tidak semua orang mengerti akan AS. Saya mengalami, banyak orang yang mau menolong, tapi tidak mengerti atau sekedar iseng kepingin tahu. Misalnya bertanya kepada kita secara singkat mengapa badan kita menjadi seperti ini. Kemudian dengan penuh semangat menganjurkan jenis-jenis pengobatan tertentu yang ia sendiri belum pernah mencoba.  Lebih parah, ia cuma mendengar dari orang lain.
Ada lagi yang kebingungan tidak mengerti ketika Anda menjelaskan. Akhirnya ia menyerah dan berkata ”nanti saya bawa dalam doa ya?” Jika Anda mengalami hal ini beberapa kali, mungkin bisa memaklumi. Tetapi seringkali jika Anda bersosialisasi, kemungkinan besar pasti ada yang bersikap “sok menolong” menjadi dokter amatir dadakan yang menyebalkan ini.
Akhirnya, dengan berbagai pertimbangan, kalau tidak prioritas, dan kalau acara sosial yang saya datangi orang-orangnya banyak belum mengerti, saya memutuskan menghindari acara sosial tertentu karena bosan dan capek menghadapi orang-orang seperti ini. Sikap menghindar ini malah membuat kita jadi aneh kan?
Makanya, orang yang paling memahami AS bukanlah orang sehat yang merasa dirinya tulus ingin menolong Anda. Bukan pula orang iseng yang cuma kepingin tahu. Bukan juga orang-orang yang dalam hati menghakimi Anda. Bukan pula dokter spesialis dan para terapis yang menangani Anda. Orang itu adalah pasien AS sendiri.
Saran saya: buatlah grup pendukung Anda sendiri.
Kamus Merriam-Webster mendefinisikan grup pendukung (support group) sebagai:
a group of people with common experiences and concerns who provide emotional and moral support for one another.[iii] [sekelompok orang dengan pengalaman dan kepedulian yang sama, yang menyediakan dukungan moral dan emosional satu sama lain.]
Jika Anda sharing kepada sesama pasien AS, mereka akan mengerti. Bahasanya sama. Mereka tahu rasa kaku itu seperti apa. Rasa nyeri itu seperti apa. Rasa malu, marah dan kecewa seperti apa. Impian dan cita-cita yang hancur itu seperti apa. Tidak ada kata-kata penghakiman. Yang ada adalah kata-kata penghiburan, motivasi, informasi, dan saling menguatkan.
Tapi pelaksanaan grup pendukung masih harus diberi catatan: pasien AS lain itu juga berniat baik dan pola berpikirnya masih cukup sehat. Jika tidak, mereka malah akan menggerogoti rasa percaya diri dan damai sejahtera Anda.
Saya berkata seperti ini karena ada grup pendukung yang niat awalnya baik, tapi karena tidak dipimpin dan dikelola dengan baik, akhirnya malah tidak memberikan dampak positif.

Nah, manfaat apa yang bisa Anda berikan dan dapatkan dari grup pendukung?
1.      Informasi: Tentang dokter ahli (biasanya konsultan rheumatology atau ortopedi), obat-obatan yang digunakan dan terapi yang dilakukan. Plus-minus seorang dokter spesialis dan cara terbaik menghadapinya. Kualitas pelayanan di rumah sakit atau klinik yang pernah didatangi. Estimasi biaya yang diperlukan untuk suatu pengobatan atau terapi. Hal-hal yang harus (Do) atau jangan dilakukan (Don’t) ketika melakukan suatu terapi, dst. Dalam konteks ini, Anda juga harus rela berbagi tentang pengalaman Anda kepada grup. Ingat prinsip Merriam-Webster di atas; yaitu saling memberi dan menerima. Setiap orang pasti punya sesuatu yang bisa dibagikan. Baik banyak atau sedikit. Jika seseorang hanya mau menerima dan tidak pernah mau memberi, orang tersebut menjadi parasit. Perlu dikasihani.
2.  Motivasi / Kata-kata Penguatan: Kata-kata atau pengalaman yang membuat Anda berpikir bahwa penyakit AS yang diderita sebenarnya tidak terlalu berat. Sebenarnya, ada yang jauh lebih parah dibandingkan dengan diri kita. Sehingga Anda menjadi bersemangat dalam melakukan latihan fisik (exercises), terapi fisik / fisio-terapi, pengobatan dan menjalani hidup kita yang singkat di muka bumi ini.
3.      Saling mendoakan: Apa hubungan doa dengan AS? Jelas besar sekali. Intinya, doa membuat Anda lebih tenang. Sistem di tubuh Anda bekerja lebih efisien. Mengurangi rasa nyeri sehingga Anda merasa lebih damai dan sejahtera. Silahkan baca bab berikut untuk info yang lebih detail.









[i] dr. Rudy Hidayat, SpPD, Rheu. Dalam seminar Ankylosing Spondylitis dan Spondyloarthropahty, di Restoran Munik, Jakarta Pusat, 24 Juni 2012. Beliau dengan penuh empati menyinggung secara singkat soal support group ini.
[ii] Silahkan browsing sendiri untuk melihat dampak negatif dari depresi.





Seminar Ankylosing Spondylitis Akhir Tahun 2015

Sesuai undangan via blog dan media sosial ada 27 orang yang hadir dalam seminar AS akhir tahun tgl 14 Nopember 2015 di Hotel Ciputra, Jakarta Barat. Peserta sebagian besar pasien AS (semua pria) dan sebagian di temani oleh isteri atau pasangan masing-masing.

dr. Rudy Hidayat membawakan seminar setelah acara perkenalan dan sharing yang dilakukan oleh para peserta sendiri.

Stephanus Tedy menjadi moderator dalam acara ini.

Setelah Seminar diadakan makan siang bersama dan dilanjutkan dengan perekrutan anggota untuk menjadi pengurus organisasi AS Jakarta. Organisasi ini sedang dalam penggodokan. Diharapkan akhir tahun 2015 sudah ada bentuk dan pengurus yang tetap.

Berikut foto-foto peserta AS yang sempat didokmentasikan oleh Bapak Roking Nainggolan dari PT AbbotVie (Humira) dan peserta Seminar lainnya.

Ki-Ka: Stephanus Tedy R, dr. Rudy Hidayat, Bp. Roking Nainggolan, Ibu Ira Maldives

























FREE SEMINAR ANKYLOSING SPONDYLITIS-Bersama dr. Rudy Hidayat SpPD. Rheu.



SEMINAR 
ANKYLOSING SPONDYLITIS 

AKHIR TAHUN 2015

BERSAMA 

DR. RUDY HIDAYAT SP. PD RHEUMATOLOGIST
dr. Rudy Hidayat, Sp. PD, Rheu
Teman-teman pasien AS di undang untuk menghadiri Seminar AS yang akan diselenggarakan pada:
Hari / Tanggal: Sabtu / 14 Nopember 2015
Waktu : Pkl 09.00- 14.00 WIB.

Lokasi :
Ruang: Glory 2 Lantai 6
Hotel Ciputra. 

Jl. Letnan Jenderal S. Parman,
Jakarta Barat, DKI Jakarta 11470,
Indonesia
+62 21 5660640
Ruang: Glory 2 Lantai 6
Peta:
Detail Acara:
Pkl 09.00-10.00 Pendaftaran dan Networking
Pkl 10.00-12.00: Seminar
Pkl 12.00 -13.00 Makan Siang dan Networking.
Pkl 13.00 -14.00 Pembentukan Komunitas AS
GRATIS...Tapi tempat sangat terbatas. Hanya untuk 30 peserta.
Mohon mendaftar dengan memberikan nama lengkap, alamat dan nomor telepon/HP kepada Bapak Roking Nainggolan via inbox atau via WhatsApp: +62-856-1708-659

Jl. Letnan Jenderal S. Parman, Jakarta Barat, DKI Jakarta 11470, Indonesia
GOOGLE.COM

Manajemen AS Satu Menit # 9 - Sepatu Kulit yang Nyaman Bagi pasien AS

Double Monk Shoes
Oleh: Stephanus Tedy R.

Pasien AS yang jarang beraktivitas di luar ruangan biasanya tidak terlalu memikirkan pentingnya alas kaki atau sepatu yang baik. Menggunakan sandal karet yang nyaman di rumah biasanya sudah cukup. Tapi kadangkala memakai sandal tidak memungkinkan bagi pasien AS. Maka biasanya sepatu yang dipakai. Bagi pasien AS (juga bagi manusia umumnya) menggunakan sepatu yang baik dan nyaman merupakan hal yang sangat penting. Sepatu yang baik adalah sepatu yang mampu menunjang tubuh dan membantu mengurangi getaran dan hentakan kaki ketika berjalan, berjalan cepat atau berlari. Biasanya sepatu ini berbentuk sepatu jogging (aerobic shoes) atau sepatu lari (running shoes). Jika sedang berolahraga, memakai sepatu jogging atau sepatu lari adalah hal yang wajar dan dianjurkan. 
Brown Oxford Shoes
Masalahnya, seringkali pasien AS diharuskan memakai sepatu formal kulit / dress shoes ketika beraktivitas di luar rumah (wawancara kerja, bekerja di kantor, undangan pernikahan di gedung, ke gereja, dst). Apalagi jika ybs adalah seorang yang seringkali harus berbicara di depan orang banyak seperti guru, pembicara, pengacara, konsultan, dst; yang terpaksa taat pada aturan tak tertulis: ia harus selalu berpakaian formal atau semi formal dan satu tingkat lebih baik dibandingkan audience.

Nah, bagaimana cara dapat memilih dan menggunakan sepatu formal kulit tapi tetap nyaman dan mampu menunjang aktivitas kaki dan tulang belakang?

Ada jutaan jenis dan model sepatu formal yang dipakai orang di seluruh dunia. Harganya bervariasi, mulai dari 30 ribu rupiah (bekas) sampai dengan jutaan rupiah. Bahkan banyak juga yang berharga puluhan dan ratusan juta rupiah (designer shoes: House of Testoni,
 Christian Loubotin, Tom Ford, Salvatore Ferragamo, Louis Vuitton, dsb). 
Driving Shoes

Sepatu yang baik jika dirawat dengan benar bisa bertahan 2-20 tahun. Tergantung seberapa sering Anda pakai dengan telaten dan setelah itu segera merawat serta menyimpannya dengan baik. Sepatu cokelat model full-brogue wingtips oxford yang saya beli di Marks and Spencer tahun 1995 sebelum menikah masih berkondisi baik dan saat ini jika saya mau, masih bisa dipakai ke kondangan. 
Full-brogue wingtips oxford shoes
Oxford Wingtips Full Brogue Shoes
Pilih yang baik dan belilah 2-3 pasang. Pakai bergantian. Jangan pakai sepatu yang sama setiap hari. Jika dipakai setiap hari tanpa variasi menggunakan sepatu lain, usia sepatu Anda bisa lebih pendek. Pilih sepatu yang ujungnya berbentuk agak bulat seperti buah kenari (almond toe) dan bukan petak (square toe). Hindari sepatu yang berujung runcing (sharp toe). Jika memungkinkan, pilih yang pakai tali, sehingga bisa menyesuaikan dengan lebar dan tebal kaki Anda. Tapi jika Anda sering ke Amerika, pilih yang slip-on (model penny loafer, driving shoes, dst). Sehingga mudah dipakai dan dilepaskan jika diperiksa pihak keamanan di bandara. Bersihkan sepatu Anda setelah dipakai. Terutama jika terdapat debu atau kotoran. Selalu semir dan poles sepatu Anda setelah dibersihkan sehingga kulit luar selalu terjaga kondisinya.
Penny Loafer Shoes
Dalam artikel ini saya menulis dari sudut pandang seorang pemilik sepatu kulit pria dan membagi sepatu pilihan atas budget yang Anda miliki. Antara 200 ribu sampai dengan 5 juta. Lebih dari 5 juta tidak dibahas; karena lebih baik uangnya dihemat dan dipakai buat beli bio-agent atau NSAID atau konsultasi rutin ke dokter rematologi. :) 


Ukuran sepatu menggunakan ukuran Uni Eropa / European Union (EU). 

Budget 200 ribu ke bawah.
Kecuali produksi rumahan atau sepatu bekas, saat ini jarang ada sepatu kulit asli yang baik dan harganya di bawah 200 ribu. Biasanya kulit imitasi atau sintetis. Sepatu ini bentuknya baik jika dipakai beberapa kali. Setelah itu sesuai harganya, biasanya kulit mengelupas, jahitan robek atau solnya lepas. Dalam jangka panjang sepatu ini menjadi lebih mahal, karena harus sering diganti atau diperbaiki.

Budget 200 ribu-400 ribu
Bata. Sol sepatu agak keras yang terbuat dari karet atau polyurethane. Jika beruntung, dengan mencoba beberapa sepatu, pasien AS bisa dapat sepatu yang pas dan kenyamanan bisa ditingkatkan dengan insole. Jika ukuran kaki Anda 44 ke atas, lebih baik naik ke budget 1,25-5 juta.

Budget 400 ribu-600 ribu
Zeintin. Ujung sepatu kebanyakan berbentuk square atau sharp. Variasi ukuran 39-46. Cukup kaya dibandingkan produsen lokal lainnya. Sayangnya masih model ukuran regular. Jika ukuran kaki Anda tebal dan lebar (wide), lebih baik naik ke budget 1,25-5 juta.

Budget 600 ribu – 1,25 juta.
Sepatu kulit produsen lokal: Bucheri, Edward Forrer, Robelli, Gino Mariani, Sin Lie Seng, dst. Sol sepatu agak keras. Ujung sepatu kebanyakan berbentuk square atau sharp. Kebanyakan untuk kaki regular. Rata-rata ukuran 44 ke bawah. Jika ada ukuran besar (45-46), biasanya pilihan model sangat terbatas. Disinilah kurangnya kreativitas produsen sepatu lokal. Jika kaki Anda tebal, lebar dan berukuran besar direkomendasikan naik ke budget 1,25-5 juta. 

Budget 1,25 juta - 2 juta.
Rockport. Ini favorit saya untuk day to day shoes. Variasi model ukuran regular (kaki normal) atau wide (untuk kaki lebar dan tebal). Sol sepatunya (Adipren) dari polyurethane berteknologi sama dengan sepatu olahraga Adidas. Sangat nyaman. Saya bisa bisa berjalan cepat dan kadang berlari cukup nyaman dengan sepatu formal ini.

Budget Rp. 2 juta - 3 juta.
Clark.  Model Oxford-Sistem tali sepatu tertutup (full brogue, half-brogue, quart-brogue), Bluecher-Sistem Tali Sepatu terbuka, Double Monk Strap adalah model favorit dan evergreen: sedang trend sejak seratus tahun lalu sampai saat ini. Variasi model ukuran regular (kaki normal) atau wide (untuk kaki lebar dan tebal). Sol sepatu ini terbuat dari beberapa lapis kulit sapi keras.



Budget Rp. 3 juta - 5 juta.
Paul Evans. Allen & Edmond.

Meningkatkan kenyamanan sepatu kulit Anda



Sepatu yang sangat mahal biasanya punya keunggulan. Selain merk terkenal, model yang bagus, bahan kulit yang berkualitas, kualitas jahitan dan lem, finishing yang mumpuni, garansi life time dan juga tingkat kenyamanan. Oh ya, sepatu yang dibuat dari satu lembar kulit utuh (whole-cut leather shoes) berharga lebih mahal dibandingkan sepatu yang dibuat dari gabungan beberapa potong kulit kecil. Makanya masuk akal orang mau beli sepatu mahal karena kenyamanan dan gengsi yang diberikan atas investasi yang dikeluarkan. Tapi tidak jarang ada sepatu mahal dan model sangat keren namun tidak nyaman bagi pasien AS. Jika Anda tertarik modelnya dan mencoba sepatu seperti ini di toko; jangan dibeli.

Bagaimana jika Anda dihadiahi sepatu mahal namun tidak nyaman? Ada 3 alternatif. Anda hadiahkan kepada orang lain yang bukan pasien AS. Anda jual kembali. Anda pasang insole. 

Insole adalah lapisan khusus yang diselipkan di bagian dalam sepatu yang memberikan kenyamanan ekstra kepada pemakainya. Berdasarkan pengalaman saya, sepatu murahpun jika diberikan insole yang berkualitas dapat menjadi cukup nyaman dan dapat dipakai. Harga insole bervariasi; mulai dari 20 ribu sampai 150 ribu per pasang. 

Supaya tetap pas ketika dipasang insole, beli sepatu 1 ukuran lebih besar. Jika ukuran kaki Anda 40 belilah ukuran 41. Jika ukuran sepatu Anda 44 beli ukuran 45, dst. Selipkan 1 pasang insole. Jika belum nyaman, tergantung ketebalan insole; dobelkan insolenya. Biasanya 2 lapis insole sudah cukup nyaman. 

Selamat mencoba dan tetap berdiri tegak !. 



TED, LV29092015 



Manajemen AS Satu Menit #8 - 7 Hal yang Dapat Anda Lakukan Untuk Tidur Lebih Nyenyak


Oleh: Stephanus Tedy R.



7 Hal yang Dapat Anda Lakukan Untuk Tidur Lebih Nyenyak


Tidur nyenyak sangat penting bagi pasien AS. Karena akan membuat tubuh menjadi segar kembali dan membuat diri lebih kuat dalam menghadapi nyeri dan peradangan AS yang mungkin terjadi setelah istirahat. Kurang tidur akan membuat pikiran tidak bisa berkonsentrasi, lebih cepat capek, serta mudah terjadi cedera / kecelakaan. Secara khusus kurang tidur atau tidur yang tidak mendalam membuat immune system menjadi tidak balance dan membuat AS menjadi bertambah parah. Cukup tidur dan istirahat menjadi salah satu syarat utama mencapai remisi.

Terkena AS bukan pilihan tapi anugerah. Tapi Anda bisa memilih untuk bertindak cerdas sehingga membuat AS yang diderita tidak semakin buruk tapi membuka pintu menuju remisi.

1. Berolahraga yang cukup dan benar. Berenang, senam AS, pilates, sepeda statis dan olahraga low impact lainnya. Berolahraga juga membuat tubuh melepaskan hormon endorphin yang membantu membuat mood positif dan tidur yang lebih berkualitas. Lakukan pemanasan yang cukup. Kriteria berapa besar pemanasan yang cukup berbeda bagi setiap orang. Tapi intinya jika pemanasan yang dilakukan cukup akan memampukan Anda untuk melakukan gerakan olahraga tanpa cedera dan merasa segar setelah olahraga selesai. Jika setelah berolahraga Anda merasa kelelahan, ada 2 kemungkinan: porsi terlalu banyak atau kurang pemanasan.

2. Jam makan yang benar. Makan berat paling telat 4 jam sebelum waktu tidur. Makanan berat sebelum tidur akan membuat lambung bekerja lebih keras. Perut kosong seharian membuat Anda bisa terbangun dan merasa lapar di tengah malam. Selalu menjaga keseimbangan/balance.

3. Minum yang Benar. Air putih adalah minuman terbaik. Hindari minuman yang mengandung roborant (penyegar dan penguat) menjelang waktu tidur. Minum roborant adalah minuman yang membuat Anda aktif karena mengandung kafein, teina, atau taurine. Misalnya kopi, teh kental, dan minuman energi. Jika Anda terbiasa minum teh atau kopi, minumlah sebelum jam 6 sore. Walau ada pasien AS tertentu yang tidak terpengaruh tidurnya setelah minum kopi atau teh, tapi sebagian pasien AS akan terpengaruh.

4. Orgasme sebelum tidur. Buat Anda yang sudah menikah, orgasme akan membuat kualitas tidur menjadi lebih baik. Baca artikel sebelumnya bagaimana meningkatkan kualitas hidup seksual dalam pernikahan.

5. Kedamaian pikiran. Selesaikan masalah komunikasi dalam keluarga sebelum tidur. Jika Anda harus marah, jangan berkepanjangan sampai matahari terbenam. Jika Anda merasa kesal atau dendam dengan seseorang, ampuni. Anda mengampuni bukan untuk orang tersebut ,tapi buat Anda sendiri supaya hati dan pikiran damai sehingga tidur Anda lebih berkualitas.

6. Hindari Bermain Gagdet sebelum Tidur dan Mencharge batere Gadget di Sebelah tempat tidur. Lampu gadget yang terlalu terang dalam kamar yang gelap akan menipu mata Anda dan mengirimkan pesan yang salah kepada otak bahwa hari masih terang. Akibatnya otak tidak akan mengirimkan pesan tidur kepada badan Anda. Mencharga batere dekat dengan kepala akan mengakibatkan bahaya radiasi untuk otak Anda.

7. Banyak tertawa dan bergembira. Tertawa lepas dan bebas akan menghasilkan hormon endorphin. Nonton film yang lucu dan menghibur. Belajar melihat kehidupan dari sisi humor. Tidak terlalu serius menanggapi candaan orang lain. Melakukan kebaikan dengan menolong dan membuat hidup orang lain menjadi lebih mudah.




LV14092015




Manajemen AS Satu Menit #7 - MANFAAT BERDOA DAN MANAJEMEN AS



B
iasanya, ketika penyakit masih bisa diatasi dengan obat-obatan biasa, para pasien tidak banyak yang berdoa. Ketika terkena penyakit yang susah disembuhkan atau walaupun ada obatnya, tapi harus ditebus dengan harga yang sangat mahal atau tidak terjangkau, maka mulailah pasien dan keluarganya yang sebelumnya malas berdoa, tiba-tiba menjadi rajin berdoa. Itu suatu hal yang manusiawi dan wajar.  Berdoa dalam berbagai agama dan keyakinan sudah banyak dilakukan untuk mendoakan orang sakit.
Riset tentang manfaat berdoa pertama kali dilakukan dengan serius tahun 1872 oleh sepupu Charles Darwin yang benama Sir Francis Galton.[i] Riset menunjukkan berdoa memang membuat pasien menjadi lebih baik dan sakitnya menjadi berkurang. "Agama Yahudi, Kristen, Islam, dan Budha - setiap agama percaya dalam doa untuk kesembuhan," kata Paul Parker, seorang profesor Teologi dan Agama di Universitas Elmhurst yang berlokasi di luar Chicago. "Ada yang menyebutnya doa, ada yang menyebutnya membersihkan pikiran. Kata-kata atau bentuknya dapat bervariasi. Tapi pada saat sakit, semua agama akan kembali kepada sumber otoritas." [ii]
Harian Washington Post menyatakan:
meditasi yang tenang dan doa yang diucapkan berulang-ulang, serta rasa yaman ketika didoakan, tampaknya berperan dalam menurunkan tekanan darah, mengurangi hormon stres, memperlambat denyut jantung dan memiliki efek berpotensi menguntungkan lainnya.[iii]
Spesialis jantung dari San Francisco General Hospital, Randolph Byrd, MD, melakukan eksperimen di mana ia meminta sekelompok orang Kristen yang sudah lahir baru untuk berdoa syafaat (intercessory prayer) bagi 192 orang dirawat di rumah sakit karena masalah jantung. Ia membandingkan mereka dengan 201 orang yang tidak dimasukkan daftar doa. Tidak ada yang tahu mereka masuk ke dalam kelompok mana. Dokter Byrd melaporkan pada tahun 1988 bahwa mereka yang didoakan memerlukan lebih sedikit obat-obatan dan bantuan pernapasan yang lebih sedikit.[iv] [v]
Nah, bagaimana dengan riset yang berkaitan dengan AS dan efektivitas berdoa? Dr. H. Badsha dan Prof. Paul Peter Tak,  para dokter yang praktek di Dubai Bone and Joint Center LLC, mengungkapkan kasus seorang pasien AS yang sering berdoa membuat gerakan tubuh yang mirip dengan terapi fisik AS (lihat peragaan oleh Denny Hermawan pada Bab. 12) dan mengalami perbaikan dalam mobilitas tubuhnya:[vi]
Seorang laki-laki Arab berusia 35 tahun memiliki Ankylosing Spondylitis parah selama 10 tahun dan sudah terjadi formasi sindesmofit (syndesmophyte) di area lumbal tulang belakang.
Terjadi penurunan mobilitas tulang belakang (hasil uji Schoeber yang dimodifikasi menunjukkan hasil sebesar 0,5 cm); skor BASDAI 4, dan skor BASFI 6. Pada awalnya, diterapi dengan NSAID dan program renang biasa serta difisioterapi.
Karena respon kesembuhan dianggap kurang, maka pasien diberi monoterapi Etanercept (Enbrel). Setelah 1 bulan, hasil tes dengan Schober yang dimodifikasi menunjukkan telah meningkat menjadi 1 cm, skor BASDAI turun menjadi 2, dan skor BASFI turun menjadi 1.
Setelah melakukan terapi Enbrel selama 5 bulan, tidak ada perbaikan lebih lanjut. Pasien memulai rejimen intensif doa Islam selama bulan Ramadhan, yang berlangsung sekitar 2 jam setiap hari, selama 1 bulan.
Pada akhir bulan pertama ia menunjukkan peningkatkan mobilitas tulang belakang dengan uji Schober yang dimodifikasi sebesar 2,5 cm dan skor BASFI 1.
Doa dengan cara Islam terdiri dari beberapa postur dan gerakan, termasuk peregangan, membungkuk dan berlutut. Studi lebih lanjut diperlukan, tetapi pasien muslim dapat dengan mudah termotivasi untuk melakukan berjam-jam berdoa dengan cara Islam, dan ini dapat memberikan manfaat, ketika digunakan bersama dengan pengobatan konvensional yang ditujukan untuk spondyloarthritis.
Jadi, dengan kombinasi berdoa dan melakukan gerakan fisik, pasti ada kemajuan yang lebih baik untuk kondisi AS Anda.
Jika Anda beragama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha atau Yahudi, lakukan doa dengan cara masing-masing. Tetap lakukan latihan fisik (exercise), terapi fisik (fisioterapi) dan dikombinasi dengan NSAID.
Ketika berkonsultasi, selalu beritahu dokter Anda terapi yang Anda lakukan di luar. Tergantung kesepakatan dengan dokter Anda, evaluasi kemajuan Anda setiap 2 minggu atau setiap 2-3 bulan.
Sukses dan remisi selalu menyertai Anda !







[i] Sir Francis Galton adalah seorang jenius yang menjadi ahli dalam bidang statistik, psikometri, meteorologI, geografi, antropologi, ahli genetika yang setuju dengan gerakan bio-social eugenics yaitu tindakan yang berusaha memperbaiki umat manusia dengan modifikasi genetis.  Seperti saudara sepupunya ilmuwan Charles Darwin, Sir Francis Galton juga menjadi penjelajah tropis.
[ii] Washington Post, Friday, March 24, 2006.  Researchers Look at Prayer and Healing, by Rob Stein: Washington Post Staff Writer, http://www.washingtonpost.com/wp-dyn/content/article/2006/03/23/AR2006032302177.html
[iii] Washington Post, Friday, March 24, 2006.  Researchers Look at Prayer and Healing, by Rob Stein: Washington Post Staff Writer, http://www.washingtonpost.com/wp-dyn/content/article/2006/03/23/AR2006032302177.html
[v] Does prayer have the power to heal? Scientists have some surprising answers.  http://www.webmd.com/balance/features/can-prayer-heal
[vi] Dr. Badsha H. and Prof. Paul Peter Tak, Can Islamic prayers benefit spondyloarthritides?: Case report of a patient with ankylosing spondylitis and increased spinal mobility after an intensive regimen of Islamic prayer. Rheumatology International, 2008 Aug;28(10):1057-9. doi: 10.1007/s00296-008-0557-0. Epub 2008 Mar 7.

STAND TALL Jilid -1

STAND TALL Jilid -1
Buku AS Bahasa Indonesia pertama di dunia. Untuk pemesanan buku POD-Print On Demand, silahkan hubungi penulis melalui menu header di sisi kanan atas situs ini.

PESAN BUKU STAND TALL ! JILID 1 DAN 2 DI TOKOPEDIA

STAND TALL Jilid- 2

STAND TALL Jilid- 2
Buku AS Bahasa Indonesia pertama di dunia. Untuk pemesanan buku POD-Print On Demand, silahkan hubungi penulis melalui menu header di sisi kanan atas situs ini.

BELI BUKU STAND TALL ! 1 SET DI BUKALAPAK.COM