MANFAAT KELOMPOK PENDUKUNG / SUPPORT GROUP



WHAT YOU GIVE IS WHAT YOU GET  (SUPPORT GROUP)

(PERLUNYA GRUP PENDUKUNG / SUPPORT GROUP / SELF-HELP GROUP)


S
alah satu bahaya terbesar dalam AS bukan cuma penyatuan ruas tulang belakang dan rasa nyeri atau kaku, tapi bahaya psikologis.[i] Sebagian besar pasien AS akan lebih terbatas gerakan dan tindakannya dibandingkan sebelum terkena. Banyak hal yang dulunya bisa dilakukan menjadi tidak bisa lagi.  Keterbatasan fisik yang semakin bertambah dengan waktu ini, membuat pasien AS menjadi tertekan (stress).
Jika stress tidak diatasi dan terus berlanjut, akan bertambah berat menjadi depresi. Depresi membuat pasien AS menjadi pasif. Merasa hidup tidak ada artinya. Malas melakukan kegiatan. Tidak mau melakukan latihan fisik atau fisioterapi. Sulit tidur di malam hari.[ii] Proses ketidakatifan ini membuat AS menjadi semakin parah dan semakin cepat menyebar. Oleh sebab itu, dukungan orang lain sangat diperlukan. Terutama untuk berbagi keluhan, perasaan dan melepaskan beban di pikiran dan hati.
Tetapi tidak semua orang mengerti akan AS. Saya mengalami, banyak orang yang mau menolong, tapi tidak mengerti atau sekedar iseng kepingin tahu. Misalnya bertanya kepada kita secara singkat mengapa badan kita menjadi seperti ini. Kemudian dengan penuh semangat menganjurkan jenis-jenis pengobatan tertentu yang ia sendiri belum pernah mencoba.  Lebih parah, ia cuma mendengar dari orang lain.
Ada lagi yang kebingungan tidak mengerti ketika Anda menjelaskan. Akhirnya ia menyerah dan berkata ”nanti saya bawa dalam doa ya?” Jika Anda mengalami hal ini beberapa kali, mungkin bisa memaklumi. Tetapi seringkali jika Anda bersosialisasi, kemungkinan besar pasti ada yang bersikap “sok menolong” menjadi dokter amatir dadakan yang menyebalkan ini.
Akhirnya, dengan berbagai pertimbangan, kalau tidak prioritas, dan kalau acara sosial yang saya datangi orang-orangnya banyak belum mengerti, saya memutuskan menghindari acara sosial tertentu karena bosan dan capek menghadapi orang-orang seperti ini. Sikap menghindar ini malah membuat kita jadi aneh kan?
Makanya, orang yang paling memahami AS bukanlah orang sehat yang merasa dirinya tulus ingin menolong Anda. Bukan pula orang iseng yang cuma kepingin tahu. Bukan juga orang-orang yang dalam hati menghakimi Anda. Bukan pula dokter spesialis dan para terapis yang menangani Anda. Orang itu adalah pasien AS sendiri.
Saran saya: buatlah grup pendukung Anda sendiri.
Kamus Merriam-Webster mendefinisikan grup pendukung (support group) sebagai:
a group of people with common experiences and concerns who provide emotional and moral support for one another.[iii] [sekelompok orang dengan pengalaman dan kepedulian yang sama, yang menyediakan dukungan moral dan emosional satu sama lain.]
Jika Anda sharing kepada sesama pasien AS, mereka akan mengerti. Bahasanya sama. Mereka tahu rasa kaku itu seperti apa. Rasa nyeri itu seperti apa. Rasa malu, marah dan kecewa seperti apa. Impian dan cita-cita yang hancur itu seperti apa. Tidak ada kata-kata penghakiman. Yang ada adalah kata-kata penghiburan, motivasi, informasi, dan saling menguatkan.
Tapi pelaksanaan grup pendukung masih harus diberi catatan: pasien AS lain itu juga berniat baik dan pola berpikirnya masih cukup sehat. Jika tidak, mereka malah akan menggerogoti rasa percaya diri dan damai sejahtera Anda.
Saya berkata seperti ini karena ada grup pendukung yang niat awalnya baik, tapi karena tidak dipimpin dan dikelola dengan baik, akhirnya malah tidak memberikan dampak positif.

Nah, manfaat apa yang bisa Anda berikan dan dapatkan dari grup pendukung?
1.      Informasi: Tentang dokter ahli (biasanya konsultan rheumatology atau ortopedi), obat-obatan yang digunakan dan terapi yang dilakukan. Plus-minus seorang dokter spesialis dan cara terbaik menghadapinya. Kualitas pelayanan di rumah sakit atau klinik yang pernah didatangi. Estimasi biaya yang diperlukan untuk suatu pengobatan atau terapi. Hal-hal yang harus (Do) atau jangan dilakukan (Don’t) ketika melakukan suatu terapi, dst. Dalam konteks ini, Anda juga harus rela berbagi tentang pengalaman Anda kepada grup. Ingat prinsip Merriam-Webster di atas; yaitu saling memberi dan menerima. Setiap orang pasti punya sesuatu yang bisa dibagikan. Baik banyak atau sedikit. Jika seseorang hanya mau menerima dan tidak pernah mau memberi, orang tersebut menjadi parasit. Perlu dikasihani.
2.  Motivasi / Kata-kata Penguatan: Kata-kata atau pengalaman yang membuat Anda berpikir bahwa penyakit AS yang diderita sebenarnya tidak terlalu berat. Sebenarnya, ada yang jauh lebih parah dibandingkan dengan diri kita. Sehingga Anda menjadi bersemangat dalam melakukan latihan fisik (exercises), terapi fisik / fisio-terapi, pengobatan dan menjalani hidup kita yang singkat di muka bumi ini.
3.      Saling mendoakan: Apa hubungan doa dengan AS? Jelas besar sekali. Intinya, doa membuat Anda lebih tenang. Sistem di tubuh Anda bekerja lebih efisien. Mengurangi rasa nyeri sehingga Anda merasa lebih damai dan sejahtera. Silahkan baca bab berikut untuk info yang lebih detail.









[i] dr. Rudy Hidayat, SpPD, Rheu. Dalam seminar Ankylosing Spondylitis dan Spondyloarthropahty, di Restoran Munik, Jakarta Pusat, 24 Juni 2012. Beliau dengan penuh empati menyinggung secara singkat soal support group ini.
[ii] Silahkan browsing sendiri untuk melihat dampak negatif dari depresi.





0 komentar:

Posting Komentar

STAND TALL Jilid -1

STAND TALL Jilid -1
Buku AS Bahasa Indonesia pertama di dunia. Untuk pemesanan buku POD-Print On Demand, silahkan hubungi penulis melalui menu header di sisi kanan atas situs ini.

PESAN BUKU STAND TALL ! JILID 1 DAN 2 DI TOKOPEDIA

STAND TALL Jilid- 2

STAND TALL Jilid- 2
Buku AS Bahasa Indonesia pertama di dunia. Untuk pemesanan buku POD-Print On Demand, silahkan hubungi penulis melalui menu header di sisi kanan atas situs ini.

BELI BUKU STAND TALL ! 1 SET DI BUKALAPAK.COM