Pasien AS perlu makanan sehat anti radang

Jenis makanan dan minuman Anti Radang khusus pasien AS dan makanan pantangan dapat di baca pada buku AS jilid 2 Bab 19.

Perlunya Relasi yang Harmonis dengan Pasangan atau Anggota Keluarga lainnya

Hidup damai dan minim konflik akan membuat pasien AS lebih jarang mengalami rasa nyeri. Hidup sering bertengkar dan penuh konflik membuat tubuh menghasilkan hormon kortisol (hormon stress) yang memicu timbulnya stress dan menjadi jalan untuk AS menjadi kambuh dan bertambah nyeri.

Berolahraga yang Cukup dan Benar

Berenang, Senam AS, Yoga, Pilates, Bersepeda Statis, Jalan Kaki serta olahraga Low Impact lainnya merupakan olahraga yang baik bagi Pasien AS. Diskusikan dengan dokter yang merawat Anda.

Gaya Hidup Aktif Fisik dan Mental

Masalah utama dalam AS adalah rasa nyeri dan kekakuan tubuh. Gaya Hidup aktif secara fisik dan mental akan membantu tubuh dalam memerangi AS. Menjaga postur tubuh yang baik dan tegak akan membantu pasien AS hidup dengan pikiran lebih positif dan berkualitas.

Porsi Sayur Segar dan Buah Segar lebih banyak daripada Karbohidrat

Karbohidrat diperlukan untuk energi. Tapi menurut penelitian dr. Alan Ebringer, komposisi karbohidrat tinggi dalam diet akan memicu timbulnya peradangan yang lebih aktif. Karena karbohidrat merupakan makanan utama bakteri klebsiella yang merupakan salah satu dari banyak pemicu timbulnya peradangan dalam AS.

Dokter Rematologi: Bagaimana Ahli AS ini bisa membantu Anda?

Sumber: http://joel-abbott.info/sliders/Bones2.jpg
Rheumatologist adalah seorang dokter yang mengkhususkan diri dalam kondisi seperti AS. Mereka akan mengkonfirmasi apakah kondisi Anda sekarang ini adalah AS atau penyakit terkait lainnya. Mereka juga akan menentukan jenis pengobatan awal dan menolong mengawasi manajemen jangka panjang kondisi Anda.
Tes yang dapat digunakan untuk membantu diagnosis Anda apakah terkena AS; mungkin akan mencakup sebagian dari cara-cara berikut:
1.      Pemeriksaan fisik (anamnese) oleh perawat rematologi, fisioterapis atau dokter spesialis rematologi untuk menilai fleksibilitas tulang belakang, anggota tubuh dan nyeri sendi.
2.      Tes darah untuk melihat penanda inflamasi. Jika Anda memiliki peradangan di bagian tubuh Anda, maka protein tambahan dapat dilepaskan dari lokasi peradangan dan beredar dalam aliran darah. Tes darah erythrocyte sedimentation rate (ESR), C-reactive protein (CRP) and plasma viscosity (PV) biasa digunakan untuk mendeteksi peningkatan protein, dan begitu juga tanda peradangan. Kita tahu bahwa pada sekitar 30-40% kasus AS, penanda inflamasi akan berada dalam kisaran normal. Oleh karena itu, hanya karena penanda inflamasi Anda normal, tidak berarti bahwa Anda tidak memiliki bentuk peradangan arthritis.
3.      Sebuah tes darah yang dapat mengidentifikasi apakah Anda memiliki gen HLA-B27. Kita tahu ada hubungan yang kuat antara Ankylosing Spondylitis dan gen HLA-B27. Pada warga Eropa Barat yang berkulit putih sekitar 8% membawa gen ini. Meskipun HLA B27 hadir di lebih dari 95% orang dengan AS, hanya sekitar 1 dalam 15 orang (6,67 %) yang memiliki HLA B27 positif dan terus mengembangkan Ankylosing Spondylitis. Hanya membawa gen HLA-B27 tidak selalu berarti Anda harus terkena Ankylosing Spondylitis. Tetapi jika Anda melakukan tes darah dan positif HLA-B27, itu adalah petunjuk bahwa gejala Anda mungkin mengarah kepada AS. Ingat bahwa 5% dari orang-orang dengan AS memiliki HLA-B27 negatif. Jadi jika Anda memiliki banyak gejala peradangan arthritis tetapi hasil tes darah menunjukkan HLA-B27 negatif, maka sangat penting untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.
4.      Hasil pemeriksaan X-ray akan menunjukkan jika telah ada perubahan pada tulang dan sendi. Dokter Rematologi Anda akan mencari tanda-tanda pertumbuhan tulang tambahan atau penyatuan. Perlu waktu bertahun-tahun bagi penyakit AS untuk menyebabkan perubahan pada tulang Anda; sehingga pada awal pemeriksaan AS dengan menggunakan X-ray, kemungkinan tidak akan menunjukkan perubahan. Jika ini terjadi, dokter rematologi  atau dokter ortopaedi yang berpengalaman dan paham AS akan siaga (alert). Tapi dokter yang tidak paham AS, akan menyatakan kondisi Anda baik-baik saja. “Jangan kuatir”, katanya untuk menenangkan dan  meredam pertanyaan Anda; sehingga membuat pasien lain tidak menunggu lebih lama. Itulah yang saya alami. L

5.      Gambar hasil pemeriksaan mesin Magnetic Resonance Imaging (MRI) akan menunjukkan jika memang ada peradangan di sekitar sendi Anda. Urutan tertentu prosedur MRI perlu dilakukan untuk mendiagnosa AS dengan tepat. Hal ini disebut urutan STIR (Short TI Inversion Recovery). Jika dokter rematologi Anda merekomendasi untuk melakukan MRI bagi Anda, mereka akan tahu persis bagian mana yang harus dipindai (scan). Biaya pemeriksaan MRI cukup mahal dibandingkan dengan X-ray, oleh sebab itu, jika dokter yang memeriksa Anda bukan seorang rheumatologist dan ia merekomendasikan MRI, pastikan bahwa mereka telah meminta petugas radiologi untuk menyelidiki peradangan artritis atau Ankylosing Spondylitis; bukan hanya meminta Anda diperiksa untuk nyeri punggung.

11 Tips for Managing Ankylosing Spondylitis


Source: http://inhealth.cnn.com/easing-ankylosing-spondylitis/11-tips-for-managing-ankylosing-spondylitis/

Medication plays an important role in treating ankylosing spondylitis (AS). But your treatment plan should also include everyday measures that make your life easier—and, in some cases, prevent your disease from progressing. Try these tips to keep your condition under control.

1. See your health care provider regularly
AS is a chronic condition, meaning you’ll cope with it for the rest of your life. It’s important to see your health care provider at least once per year, even when you’re feeling fine. That way, you can detect and treat any developing complications early.

2. Get into hot water
You probably notice that your back pain feels worst when you first wake up. Stepping into a steamy tub or shower stall can relieve aches and loosen up stiff muscles and joints.

3. Do your exercises
Some motions may feel difficult because of your discomfort. But keeping your muscles and joints moving improves your symptoms in the long term, and may even affect the course of your disease. Ask your health care provider or physical therapist to teach you which exercises are best. Your emphasis should be on moves that extend your back and neck and mobilize your chest and upper body.

4. Stay active overall
Physical activity preserves your mobility and keeps your heart and lungs healthy. Try activities that involve a straight posture and stretch your upper body. Walking, hiking, swimming, cross-country skiing, and tennis are all good options. Those that involve continually flexing your spine, such as golfing and long-distance cycling, may feel uncomfortable. Avoid sports that pose a risk for accidents, including downhill skiing, football, or hockey.

5. Practice proper posture
Stay as erect as possible when sitting or standing to help alleviate the forward bend that often occurs as your condition progresses. To check your posture, stand sideways in front of a full-length mirror. Imagine dropping a weighted string from the top of your head to your feet. Stand so it passes straight down—through your earlobe, shoulder, center of your hip, behind your kneecap, and in front of your anklebone.

6. Work smarter
Professions that involve bending, twisting, or stretching can be tough for people with AS. Instead, choose a job in which you can alternate standing, sitting, and walking. If you work at a desk or computer, make sure you take frequent breaks throughout the day to do basic stretches and flexibility exercises. An inclined or tilted table can help with reading in the proper position.

7. Sleep soundly
Posture doesn’t just matter during the day. Take steps to adjust your body position at night, too. Sleep on your back, lying at flat as possible. If you can get comfortable enough, sleep without a pillow under your head to keep your neck from flexing forward. Or use a pillow that is as flat or thin as possible. Also, don’t place a pillow under your knees—this can shorten your muscles and tendons.

8. Eat properly
Talk with your health care provider about diet. Ask which foods are likely to make your pain better or worse. Most health care providers recommend limiting red meat to no more than two meals per week, because it may increase inflammation. Consume plenty of calcium and vitamin D, which reduce your risk for the bone-thinning disease osteoporosis.

9. Drive safely
A few simple steps can make maneuvering a car safer and more comfortable. If you have limited motion in your neck, consider installing wide-view side mirrors. A small cushion behind your back can relieve aches. On long drives, stop every hour or two to stretch. Always carry an emergency information card that notifies medical personnel of your condition. And be sure to always wear a seat belt.

10. Prevent falls
Falls pose a greater risk if you have AS, because of your fragile backbones. To stay upright, always wear supportive, skid-proof shoes. Hold the handrails when going up and down stairs. Consider installing a shower stall instead of a bathtub, and use a bath mat to prevent slipping. Keep floors in your home well-lit and free of rugs and clutter.

11. Join the club
Membership in an organization focused on your condition—such as the Spondylitis Association of America—can go a long way toward improving your health and your life. You’ll benefit from up-to-date information on treatment, as well as legal and legislative support. You’ll also connect with others who face similar struggles. Not only will you feel less alone, you’ll be able to share solutions.


Sumber artikel:
http://inhealth.cnn.com/easing-ankylosing-spondylitis/11-tips-for-managing-ankylosing-spondylitis/




















9 Tips Postur Tubuh dan Berolahraga bagi Pasien Ankylosing Spondylitis

Model: Denny Hermawan Lompo (http://dennyhermawanlompo.blogspot.com)


Berolahraga mungkin hal terakhir yang Anda pikirkan ketika Anda terkena AS. Rasa nyeri, kekakuan dan ketidaknyamanan mungkin membuat Anda sulit untuk bergerak dan memaksakan diri Anda untuk tetap terus bergerak. Tapi Anda tahu tidak; bahwa sekali saja Anda memulai berolahraga dan menjadikannya sebagai bagian dari hidup Anda, maka sebenarnya semua gejala AS bisa menjadi lebih baik ?



Berikut disajikan 9 tips untuk memulai berolahraga dengan relatif lebih mudah:


1. Diskusikan dengan Dokter Anda
Pastikan bahwa kondisi Anda baik-baik saja sebelum memulai suatu program latihan fisik yang baru. Diskusikan dengan Dokter yang menangani atau Dokter Fisioterapi Anda untuk jenis latihan yang sesuai. Tanya Dokter Fisioterapi apa yang harus dilakukan dan mintalah dia memeriksa apakah gerakan yang Anda lakukan sudah benar.

2. Tentukan Waktu Khusus
Kenali tubuh Anda dan focus pada latihan yang memang sangat Anda perlukan apakah untuk memperkuat otot (strengthening) atau meregangkan otot (stretching). Kombinasi keduanya akan bermanfaat bagi Anda. Cobalah untuk melakukan latihan pada jam yang berbeda dalam satu hari dan temukan jam paling baik untuk tubuh Anda. 

3. Carilah suasana yang nyaman
Temukan suasana yang nyaman di sudut rumah Anda sehingga Anda dapat melakukan gerakan latihan. Misalnya menggunakan lantai berkarpet atau alas untuk latihan (exercise mat). Alas ini akan melindungi tulang belakang Anda. Kasur yang keras juga dapat membantu. Matras yang terlalu lembut tidak direkomendasikan, karena tidak akan menunjang tulang belakang dengan baik ketika Anda berlatih. 


4. Evaluasi Rasa Nyeri Anda
Ketika memulai program latihan, mungkin akan terasa sedikit ketidaknyamanan atau atau rasa nyeri. Itu hal biasa. Anda bisa mengatasi hal itu dengan melanjutkan sedikit-demi sedikit. Mulai dengan perlahan-lahan dengan repetisi yang rendah dan tambahkan secara bertahap setiap minggu. Jika rasa nyeri Anda meningkat setelah berlatih, ini tanda Anda terlalu memaksakan diri. Berikutnya, lakukan repetisi yang lebih sedikit.


5. Variasikan Latihan Anda 
Buatlah suatu program yang mengombinasikan latihan peregangan dan penguatan otot. Latihan penguatan otot akan membangun otot yang mendukung persendian Anda. Latihan penguatan otot akan memperbaiki gerakan dan flesibilitas dan mengurangi kekakuan. Jika Anda merasa nyeri di tulang belakang, latihan untuk peregangan dan meluruskan punggung akan membantu.


6. Cobalah berolahraga di dalam Air
Banyak pasien AS senang berlatih di dalam air. Jika Anda kesulitan untuk melakuan latihan dengan konsisten di atas lantai karena merasa tidak nyaman, cobalah berolahraga di dalam air. Anda mungkin akan menikmati berenang mengelilingi kolam atau mngikuti kelas aerobic dalam air. Cuma harus selalu diingat, jangan terlalu memaksakan diri.


7. Fokus pada Postur Tubuh Anda setiap hari
Selalu arahkan pikiran Anda Anda berdiri tegak setiap hari. Untuk memastikan postur tubuh Anda selalu dalam posisi tegak, jagalah kepala Anda tetap berdiri selalu di atas torso Anda. Tariklah dagu Anda sedikit ke belakang, sehingga parallel dengan lantai. Slealu tanamkan hal ini dalam pikiran ketika Anda duduk, berdiri, berjalan atau berlatih.


8. Gunakan Bantuan Tembok
Cobalah gerakan memperbaiki postur berikut: Berdiri dengan posisi punggung membelakangi dinding. Berjalan maju, sehingga tumit Anda berjarak kira-kira 10 cm dari dinding. Kemudian, pelan-pelan sandarkan tulang ekor dan bahu Anda menempel di dinding. Tahan 5 detik, lepaskan dan ulangi beberapa kali.


9. Menelungkupkan Tubuh di Lantai



Posisi tubuh menelungkup (Prone lying) akan membantu postur tubuh yang lebih baik. Menelungkup dengan muka menghadap ke bawah seperti di atas lantai berkarpet. Letakkan kepala Anda pada posisi yang nyaman. Dahi Anda ke bawah atau menoleh ke kiri atau ke kanan. Tahan posisi ini paling sedikit 1 menit. Lakukan sampai 20 menit setiap hari. Jika kepala Anda sebelumnya pada posisi menghadap kiri. Berikutnya, lakukan posisi menghadap kanan. Dan seterusnya.






9 Exercise and Posture Tips for Ankylosing Spondylitis




Exercise may be the last thing on your mind when you have ankylosing spondylitis (AS). Pain, stiffness, and discomfort can make it difficult to move around. But did you know that once you get started and make exercise a part of your daily life, it can actually improve your symptoms? Here are 9 tips to make exercise work for you.

1. Talk With Your Health Care Provider
Make sure you get the OK to exercise before starting a new program. Talk with your health care provider or physical therapist about what’s appropriate for you. Ask your health professional which exercises you should do, and ask him or her to check that you’re doing them right.

2. Find Time
Get to know your body and focus on the exercises you need most—whether that’s strengthening or stretching. You may benefit from a combination of the two. Try exercising at different times of the day to find the time that’s best for your body.

3. Get Comfortable
Find a soft spot where you can perform your workout, such as a carpeted floor or an exercise mat. These provide cushion and protection for your spine. A firm bed works, too. A mattress that’s too soft may not provide you enough support when you’re doing your exercises.

4. Assess Your Pain
When starting an exercise program, it’s normal to feel some discomfort or mild pain. But you can also overdo it. Start slowly with a low number of repetitions and work up to more week after week. If your pain increases after exercise, you may have pushed yourself too hard. Try fewer repetitions next time.

5. Vary Your Workouts
Create a program that combines strengthening and stretching exercises. Strengthening exercises build the muscles that support your joints. Stretching exercises improve movement and flexibility, and reduce stiffness. If you have pain in your spine, exercises that stretch and extend your back can help.

6. Hit the Water
Many people with AS enjoy exercising in water. If you’ve had trouble sticking to an exercise plan due to discomfort, see if water workouts feel better for you. You may enjoy swimming laps or taking a water aerobics class. Just be sure not to push yourself too hard.

7. Focus on Your Posture All Day
Think tall all day. To make sure your posture is in check, keep your head up so it’s directly over your torso. Pull your chin back slightly, so it’s parallel to the floor. Keep this in mind whether you’re sitting, standing, walking, or exercising.

8. Use the Wall
Try this posture-improving move: Stand with your back against a wall. Walk forward, so that your heels are about 4 inches away from the wall. Then, lean backward until your buttocks and shoulders are very lightly touching the wall. Hold for 5 seconds, release, and repeat.

9. Get on the Floor
"Prone lying" promotes healthy posture. Lie face down on a firm surface like a carpeted floor. Place your head in a comfortable position, either with your forehead straight down or turned to the left or right. Hold this position for at least a minute. Work up to 20 minutes a day. If your head is facing to the right or left, turn it the opposite way halfway through.




Pengantar dr. Spesialis Saraf: Dr. dr. Yusak Siahaan, Sp.S




Saya mengenal Pak Stephanus Tedy dengan baik terutama saat dia selalu mencari tahu bagaimana mengatasi rasa nyeri yang timbul akibat AS. Dengan demikian buku yang di tulisnya pasti lahir dari pengalaman hidupnya selama berjuang mengatasi AS.

Buku mengenai AS dalam bahasa awam sangat jarang dan menurut saya buku ini menarik dan dapat dibaca tanpa kesulitan oleh awam yang ingin mengetahui tentang penyakit AS tanpa bahasa medis rumit yang sering membuat orang awam malas membaca. Untuk penderita AS maupun keluarganya buku ini bisa menjadi referensi untuk semakin memahami masalah masalah yang timbul pada penderita AS selain yang didapat selama menjalani pengobatan.

— Dr. dr. Yusak Mangara Tua Siahaan SpS. 
Neurologist Siloam Hospital Lippo Village



About Denny Hermawan



Setelah lulus dari bangku SMP pada tahun 2007, saya mulai mencoba berolahraga kebugaran/fitness di pusat pengolahan tubuh (gym). Kedua orangtua mendorong dan mendukung secara penuh. Mereka berharap, dengan rutin berolahraga di gym dapat membantu untuk mengembalikan postur tubuh saya menjadi normal kembali.



Ternyata sewaktu berolahraga di gym, tidak seperti yang saya bayangkan. Saya kesulitan menggunakan alat-alat di gym, karena postur tubuh yang gendut dan bungkuk. Banyak orang lain di gym mulai membicarakan bahkan menjelek-jelekkan postur tubuh saya. Selesai berolahraga, biasanya saya selalu merasa nyeri.


Dengan tekad yang kuat untuk mendapatkan postur tubuh ideal, saya rajin berolahraga di gym. Saya menjalankan pola makan dan pola hidup sehat. Konsisten melakukan weight training dan berenang. Setelah berolahraga saya rutin melakukan streching.

Hingga saat ini, saya sudah rutin berolahraga di gym selama 5 tahun. Tetapi perlu waktu sekitar 3 tahun untuk menurunkan berat badan saya yang overweight sampai mendapatkan postur tubuh yang cukup ideal. Setelah 3 tahun itulah saya baru mengetahui nama penyakit yang ada pada tubuh saya. Namanya keren dan cukup menakutkan: Ankylosing Spondylitis.

Selama proses transformasi tersebut, saya selalu menanamkan pada diri saya “Winners never quit, Quitters never win.” Saya tidak akan pernah menyerah dengan apapun yang membatasi dan menghalangi saya dalam mengubah postur tubuh saya. Banyaknya ejekan yang ditujukan pada postur tubuh juga bukan merupakan alasan bagi saya untuk menyerah. Saya selalu menganggap bahwa semua ejekkan itu ibarat batu yang dilemparkan ke jalan tempat saya berpijak, dan saya tidak akan membiarkan batu itu menjadi tembok yang menutupi jalan melainkan sebagai batu pijakan dimana melalui ejekan-ejekan tersebut saya dapat menjadi orang yang lebih baik. 

Proses untuk mengubah postur tubuh menjadi lebih baik memang susah dan cukup menyiksa. Tetapi tidak ada sukses tanpa kerja keras. Batu harus diasah untuk dapat menjadi berlian yang indah. Begitu juga tubuh kita.

Tuhan merancang sistem kehidupan ini untuk kebaikan kita. Dia tidak akan menuntun umat-Nya ke jurang, Dia akan selalu menuntun umat-Nya ke padang rumput yang hijau meskipun kadang harus melalui jalan yang sempit dan berliku.

Saya sempat down dalam hidup saya, mengubur dalam-dalam mimpi saya untuk membanggakan kedua orang tua saya dengan menjadi atlet basket. Saya sempat beranggapan bahwa penyakit ankylosing spondylitis ini adalah kutukan dalam hidup saya. Tetapi Tuhan memberikan jalan-Nya bagi saya untuk mewujudkan mimpi saya. Sejak saya memutuskan untuk tidak menyerah dan selalu berpikir positif, saya dapat melawan penyakit ini.



Nama : Denny Hermawan Lompo

Tempat & Tanggal Lahir : Surabaya, 18 Maret 1992

Agama : Katolik

Alamat Rumah : Jl. Mulyosari Tengah 83 Surabaya

No. Telepon : 083849528333

E-Mail : hermawandenny77@gmail.com

Website: http://dennyhermawanlompo.blogspot.com
Twitter : @dennyaugustin

Pendidikan
  • SDK Santa Theresia 1 Surabaya
  • SMPK Angelus Custos Surabaya
  • SMAK Frateran Surabaya
Prestasi Akademis
2nd Winner English Speech Competition Universitas Surabaya

Prestasi Non-Akademis
  • TOP 30 L-Men Of The Year 2012 Makassar
  • TOP 30 L-Men Of The Year 2012 Surabaya
  • Semifinalis Nasional Men's Health Be Our Cover 2012
  • Leader L-Men Community Surabaya 2011-2013
Memiliki keahlian di bidang
  • Public Speaking tentang Kesehatan dan Motivasi
  • Foreign Exchange Trading


About Stephanus Tedy




STEPHANUS TEDY R. adalah seorang Leaders Developer, Business Consultant, Book Writer, Paradigm Coach, Spiritual Motivator, dan Blogger yang antusias. 

Sejak Agustus 2002 sampai sekarang terus berjuang melawan Ankylosing Spondylitis (AS); suatu jenis penyakit rematik auto-immune system yang menyerang tulang belakang. Atas anugerah Allah, perjuangan melawan AS di dalam diri sendiri membuat misi hidupnya menjadi lebih jernih, lebih fokus dan lebih tajam, menuju level yang lebih tinggi; yaitu:
  1. Meninggalkan warisan dengan cara memperlengkapi serta memberdayakan para pemimpin organisasi bisnis dan rohani melalui prinsip-prinsip abadi.
  2. Menyaksikan pola berpikir para pemimpin bertransformasi menjadi pola pikir kekekalan adalah sukacita terbesarnya. Sehingga hidup para pemimpin ini benar-benar efektif, merdeka serta dimampukan untuk melayani dan berkarya sesuai panggilan masing-masing dengan passion for excellence. 
Pembelajar lulusan Fakultas Ekonomi dan Manajemen Universitas Sriwijaya dengan karya tulis akhir berfokus pada Multi Level Marketing dan Seni Perang Sun Tzu. HERO Supermarket memberinya beasiswa untuk mendalami Retail and Wholesale Management di Monash University (diploma-distant learning). Mendalami Teologi dan Kepemimpinan Kristiani di Harvest International Theological Seminary (HITS-S2). Berbagai pelatihan dan seminar di bidang manajemen, organisasi dan kepemimpinan selesai dijalani dan dipraktekkan dengan penuh semangat, termasuk di Haggai Institute, Maui, Hawaii, USA.

Berkarir selama 10 tahun di bisnis apotek dan multi level marketing; (1984-1994). 10 tahun berikutnya di perusahaan nasional seperti: Store Manager di HERO Supermarket (berbagai lokasi di Indonesia). General Manager di M-Studio (retail-music). Vice President di PT Across Asia Multi Media (LippoShop) (retail-online). Head of Business Development Division di PT Siloam HealthCare, Tbk (kesehatan). Sejak awal 2004 ia mendirikan Trinity Leadership Centre (lembaga leadership training). 

Selain membantu pimpinan dan pemilik berbagai perusahaan merumuskan strategi pengembangan organisasi (organizational development), strategi perubahan (change strategy), strategi bersaing (competitive strategy), strategi inovasi (innovation strategy) dan perbaikan manajemen (management improvement), para pimpinan di berbagai organisasi umum dan rohani juga mengundangnya untuk memotivasi, membangkitkan, memberdayakan dan memperlengkapi para pemimpin melalui executive coaching, training, dan seminar tentang kepemimpinan, self-management dan pengembangan organisasi serta topik efektivitas dan kepemimpinan lainnya sesuai kebutuhan organisasi yang bersangkutan. 

Menikmati musik klasik sambil menulis. Suka bermain gitar akustik, harmonika diatonik dan suling recorder soprano / alto untuk mendapatkan ide kreatif dan menghilangkan stress. Memandang permainan catur sebagai sarana latihan untuk berpikir ilmiah dan latihan membuat keputusan yang bertanggungjawab. Suka nonton sinema bermutu bersama Puteranya.

Pemikiran dan refleksinya tentang kehidupan dari sudut pandang kekekalan dapat dibaca melalui weblog: http://www.stephanustedy.com















8 Panduan Diet untuk AS dari CNN



8 Diet Do’s and Don’ts for Ankylosing Spondylitis


Low-starch. Low-fat. Low-carb. When it comes to diets, the advice for staying healthy can make your head spin. If you have ankylosing spondylitis (AS), the fuel you choose can make a big difference in how you feel every day. Here are some rules for making the most of your meals.


1. Do: Eat a well-balanced diet

Your body needs a wide variety of nutrients to cope with the challenges of daily life with AS. Eat plenty of fresh, healthy foods, including fruits, vegetables, and whole grains. Consume limited amounts of fats, especially saturated fats found in animal products. Steer clear of diets that eliminate entire food groups or allow you to eat only a few select meals.

2. Don’t: Fall for fad diets

You’ll likely come across ads or articles about the latest nutritional cures for arthritis. But no diet has been shown to ease all symptoms or cure the disease. Some of these plans actually harm your health. Avoid diets with high-dose alfalfa, copper salts, or zinc, or that severely limit calories and fat. And always work with your health care provider or a nutritionist to ensure you’re getting the proper nutrients.

3. Do: Track your eating habits

Foods that might work fine for one person with AS can aggravate symptoms in others. Keeping a food diary for a few weeks can make a big difference. Write down what you eat and when, and then note what happens to your symptoms. You may find some foods trigger flares, while others help you feel better.

4. Don’t: Drink too much alcohol

People with AS have a higher risk for the bone-thinning disease osteoporosis. Beverages containing alcohol weaken your skeleton, especially if you sip more than two per day. Alcohol may also interfere with some medications. Check with your health care provider or pharmacist to see if drinking is safe for you.

5. Do: Get enough calcium and vitamin D

These two nutrients strengthen bones, reducing your risk for osteoporosis. Most adults need 1,000 to 1,200 milligrams of calcium per day, but ask your health care provider how much you require. Calcium-rich foods include dairy products, kale, broccoli, and fortified cereals or juices. Vitamin D is found in some fish, and your body produces it when exposed to the sun. Your health care provider may recommend supplements.

6. Do: Ask how your medications interact with your diet

Different medicines will affect your body’s ability to absorb nutrients in different ways. For instance, some medicines may cause you to retain sodium, while others reduce your levels of potassium or folic acid. You may need to eat special foods or take supplements to offset these imbalances. In other cases, you’ll need to avoid certain foods that can interact with your medicines. Your health care provider or pharmacist can explain more.

7. Do: Maintain a healthy weight

Balance the amount of calories you take in with those you burn to stay in a healthy range. Extra pounds stress your joints and bones, potentially worsening your disease. On the flip side, being underweight increases your risk for complications, from fatigue to anemia to osteoporosis. Your health care provider or nutritionist can help you find middle ground.

8. Do: Swap red meat for other options

Most people with AS do best if they eat no more than two meals per week containing red meat. That’s because meat contains a compound called arachidonic acid. This can aggravate the inflammation that causes symptoms. Fish is a good alternative because it contains inflammation-fighting omega-3 fatty acids. Keep fish consumption to twice a week, too. Flaxseed and walnuts are other great sources of omega-3.




Picture Source: http://inhealth.cnn.com/easing-ankylosing-spondylitis/8-diet-dos-and-donts-for-ankylosing-spondylitis/

Sumber artikel:













STAND TALL Jilid -1

STAND TALL Jilid -1
Buku AS Bahasa Indonesia pertama di dunia. Untuk pemesanan buku POD-Print On Demand, silahkan hubungi penulis melalui menu header di sisi kanan atas situs ini.

PESAN BUKU STAND TALL ! JILID 1 DAN 2 DI TOKOPEDIA

STAND TALL Jilid- 2

STAND TALL Jilid- 2
Buku AS Bahasa Indonesia pertama di dunia. Untuk pemesanan buku POD-Print On Demand, silahkan hubungi penulis melalui menu header di sisi kanan atas situs ini.

BELI BUKU STAND TALL ! 1 SET DI BUKALAPAK.COM